Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label ARTIKEL UMUM

Refleksi Mengikuti Program MODULAR 2026

Pemanfaatan Lumi for Education dalam Pengembangan Media Pembelajaran Interaktif Gaya Magnetik dan Hukum Coulomb Oleh: Hasisba Isnayanto Guru Fisika SMAN 10 Bulukumba Program MODULAR 2026 Artikel ini disusun berdasarkan pengalaman penulis sebagai peserta Program MODULAR (Membuat Konten Digital untuk Pembelajaran) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat SMA Kemendikdasmen dengan tema "SMA Berinovasi untuk Pembelajaran Digital Berkualitas" . Pendahuluan Transformasi digital telah mengubah cara guru merancang dan melaksanakan pembelajaran. Guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai desainer pengalaman belajar yang mampu menciptakan pembelajaran interaktif, m...

Guru Pemula Bisa Membuat Blog Profesional dengan AI

Guru Pemula Bisa Membuat Blog Profesional dengan AI Dulu saya mengira membuat blog profesional hanya bisa dilakukan oleh orang yang ahli komputer atau jago coding. Padahal blog saya sendiri sebenarnya sudah cukup lama dibuat, tetapi belum saya kelola secara serius. Namun sekarang, dengan bantuan Artificial Intelligence (AI) , banyak hal menjadi lebih mudah dipelajari oleh guru pemula. Guru sekarang tidak harus menjadi ahli coding terlebih dahulu untuk memiliki blog yang menarik dan profesional. Belajar Sedikit Demi Sedikit Saat mulai belajar Blogger, saya juga awalnya bingung melihat kode-kode HTML. Tetapi ternyata kita tidak harus langsung memahami semuanya. Cukup belajar bagian kecil terlebih dahulu. Membuat Tulisan Tebal Untuk membuat tulisan tebal, kita bisa menggunakan kode berikut: <b>Tulisan Tebal</b> Hasilnya: Tulisan Tebal Membuat Tulisan Miring <i>Tulisan Miring</i> Hasil: Tulisan Miring M...

Menjaga Integritas Sekolah melalui Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan

 3.1.k. Aksi Nyata - Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan sebagai Pemimpin Sumber : Dokumen Pribadi Tujuan Pembelajaran Khusus : CGP dapat mempraktikkan proses pengambilan keputusan, paradigma, prinsip, dan pengujian keputusan di sekolah CGP Latar Belakang Kasus Nyata: Rahmat adalah siswa kelas XI.3 di SMAN 10 Bulukumba yang memiliki banyak prestasi, khususnya di bidang seni, yaitu menyanyi. Rahmat sering mewakili sekolah dalam berbagai kompetisi antar sekolah dan berhasil meraih beberapa penghargaan. Ia juga aktif dalam kegiatan pramuka dan kerap meraih prestasi dalam lomba yang berhubungan dengan seni. Karena bakat dan prestasinya ini, Rahmat telah menjadi siswa andalan sekolah untuk perwakilan di berbagai kompetisi seni dan pramuka. Namun, banyak keluhan yang muncul dari para guru di kelasnya karena Rahmat sering absen dari pelajaran tatap muka. Meskipun hadir di sekolah, Rahmat lebih sering berada di luar kelas untuk latihan atau persiapan lomba. Beber...

Koneksi Antar Materi Modul 3.1 Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan sebagai Pemimpin

Pengambilan keputusan adalah salah satu kompetensi yang penting bagi seorang pemimpin, termasuk dalam dunia pendidikan. Sebagai seorang Guru Penggerak, kemampuan ini bukan hanya tentang memilih opsi terbaik, melainkan mempertimbangkan berbagai faktor moral, nilai kebajikan, dan kepentingan semua pihak yang terlibat. Modul 3.1 dalam program Guru Penggerak memberikan panduan praktis bagi pemimpin pendidikan untuk mengambil keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan. Berikut ini adalah rangkuman dan koneksi antar materi yang dapat memperkaya pemahaman tentang topik ini. Filosofi Ki Hajar Dewantara dan Pratap Triloka dalam Kepemimpinan Ki Hajar Dewantara mengajarkan tiga prinsip kepemimpinan yang dikenal sebagai Pratap Triloka: Ing Ngarso Sung Tulodo (di depan memberi teladan), Ing Madyo Mangun Karso (di tengah membangkitkan semangat), dan Tut Wuri Handayani (di belakang memberikan dorongan). Ketiga prinsip ini dapat menjadi pedoman dalam mengambil keputusan sebagai seorang pemimpin, di mana...

Koneksi Antar Materi Modul 2.1: Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid

  Koneksi Antar Materi Modul 2.1: Pembelajaran untuk Memenuhi Kebutuhan Belajar Murid Oleh: Hasisba Isnayanto Dalam dunia pendidikan, terutama dalam konteks pembelajaran modern, memenuhi kebutuhan belajar setiap murid menjadi suatu keharusan yang tak dapat diabaikan. Modul 2.1 pada Program Guru Penggerak menekankan pentingnya pendekatan yang holistik dalam memahami dan merespons kebutuhan belajar siswa.  Pendekatan ini tidak hanya bersandar pada strategi pembelajaran berdiferensiasi, tetapi juga sangat erat kaitannya dengan Filosofi Ki Hadjar Dewantara (KHD), Nilai dan Peran Guru Penggerak, penerapan Budaya Positif, serta komitmen berpihak kepada murid. Artikel ini akan mengulas bagaimana konsep-konsep ini saling berkaitan dan bersama-sama mendukung tercapainya pembelajaran yang efektif dan inklusif. Pembelajaran Berdiferensiasi: Konsep dan Penerapannya di Kelas Pembelajaran berdiferensiasi adalah pendekatan yang mengakui bahwa setiap siswa memiliki kebutuhan, minat, dan kemam...

Membangun Budaya Positif di Sekolah

  Membangun Budaya Positif di Sekolah Sebagai seorang calon Guru Penggerak, peran kita dalam menciptakan budaya positif di sekolah bukan hanya penting, tetapi juga menjadi landasan bagi kesuksesan pendidikan yang berkelanjutan. Budaya positif bukan hanya sekadar aturan dan regulasi, tetapi lebih kepada bagaimana kita menciptakan lingkungan yang mendukung perkembangan holistik setiap siswa.  Dalam artikel ini, kita akan mengeksplorasi bagaimana konsep-konsep seperti disiplin positif, motivasi perilaku manusia, posisi kontrol restitusi, keyakinan kelas/sekolah, serta kebutuhan dasar manusia menurut William Glasser dapat digunakan untuk membentuk lingkungan belajar yang kondusif. Disiplin Positif: Fondasi untuk Lingkungan Belajar yang Sehat Disiplin positif bukan sekadar penerapan hukuman saat siswa melanggar aturan, melainkan pendekatan yang proaktif dan berbasis pada pengembangan karakter. Selaras dengan filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang menekankan kemandirian, disip...

KESIMPULAN DAN REFLEKSI MODUL 1.1 Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan

Pemikiran Ki Hadjar Dewantara dalam Pendidikan Ki Hadjar Dewantara Pemikiran Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan tidak hanya mencakup transfer pengetahuan akademis, tetapi juga pembentukan karakter dan kepribadian yang kokoh. Artikel ini mengulas pemikiran  Ki Hadjar Dewantara  tentang keunikan setiap anak, potensi kodrat alam yang dimiliki sejak lahir, serta pentingnya pendidikan yang menuntun untuk mengembangkan potensi ini. Ki Hadjar Dewantara juga menekankan integrasi nilai-nilai sosial budaya dalam pendidikan, sebagai fondasi untuk membangun identitas bangsa yang kuat dan menghargai keberagaman budaya. Keunikan Anak dan Potensi Kodrat Alam Ki Hadjar Dewantara menekankan bahwa tujuan Pendidikan adalah menuntun segala kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat. Dalam pandangan Ki Hadjar Dewantara, setiap anak adalah individu yang unik dengan potensi ...

Filosofi Tanaman Pisang: Inspirasi untuk Guru Menghadapi Tantangan Zaman

Di tengah perkembangan dunia pendidikan yang dinamis, guru sering kali dihadapkan pada tantangan yang kompleks dan beragam. Dari perubahan kurikulum, integrasi teknologi, hingga tantangan pandemi global, tugas seorang guru menjadi semakin menantang. Dalam menghadapi semua ini, ada banyak yang bisa dipelajari dari alam, salah satunya adalah filosofi dari tanaman pisang. Tanaman yang sederhana namun penuh manfaat ini dapat memberikan inspirasi berharga bagi para pendidik. Pisang mampu tumbuh dan berbuah di berbagai kondisi tanah dan iklim, menunjukkan ketahanan dan kemampuan beradaptasi yang tinggi. Guru saat ini harus beradaptasi dengan perubahan kurikulum, teknologi baru, dan tantangan yang muncul akibat pandemi. Seperti tanaman pisang, guru perlu mengembangkan kemampuan untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan. Fleksibilitas dan kesiapan untuk terus belajar hal baru adalah kunci sukses. Ketika menghadapi metode pengajaran baru atau pembelajaran jarak jauh, ketangguhan seorang...

Iseng Buat Lagu Bertema Profil Pelajar Pancasila: Inspirasi dari Nilai-Nilai Kebangsaan

Di zaman digital yang serba canggih ini, menciptakan lagu tak lagi menjadi monopoli para musisi profesional. Dengan bantuan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI), siapa pun bisa mencoba membuat lagu. Bayangkan jika inspirasi lagu tersebut datang dari nilai-nilai luhur yang menjadi landasan bangsa kita, seperti Profil Pelajar Pancasila. Kali ini, kita akan membahas bagaimana iseng-iseng membuat lagu bertema Profil Pelajar Pancasila bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan dan bermakna. Mengapa Profil Pelajar Pancasila? Profil Pelajar Pancasila adalah konsep yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia untuk membentuk karakter siswa yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Enam karakter utama dari Profil Pelajar Pancasila adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berkebinekaan global, gotong royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. Lagu yang mengangkat tema ini tidak hanya dapat memberikan motivasi dan inspirasi bag...