TRIK MENYUSUN KISI-KISI SOAL: METODE ABCD
Indikator yang Baik = Jelas, Spesifik, Terukur, dan Sesuai Level Kognitif
Sahabat Guru_Berguru, Dalam penyusunan kisi-kisi soal, salah satu cara paling mudah untuk membuat indikator yang baik adalah menggunakan metode ABCD. Metode ini membantu guru menyusun indikator yang:
- lebih operasional,
- mudah diukur,
- dan selaras dengan soal yang dibuat.
Apa Itu ABCD?
| Komponen | Arti | Pertanyaan Kunci |
|---|---|---|
| A = Audience | Siapa yang belajar? | Siapa yang melakukan? |
| B = Behavior | Kemampuan yang diukur | Apa yang harus dilakukan siswa? |
| C = Condition | Kondisi/stimulus | Dalam kondisi seperti apa? |
| D = Degree | Tingkat keberhasilan | Seberapa baik hasilnya? |
Penjelasan Tiap Komponen
A — Audience
Menunjukkan siapa pelakunya. Biasanya:
- peserta didik,
- siswa,
- murid.
Contoh:
Peserta didik dapat…
B — Behavior
Bagian paling penting dalam indikator. Berisi:
- kata kerja operasional,
- kemampuan yang diukur.
Contoh kata kerja:
- menyebutkan,
- menjelaskan,
- menghitung,
- menentukan,
- menganalisis,
- mengelompokkan.
C — Condition
Menjelaskan kondisi atau stimulus yang diberikan kepada siswa. Biasanya diawali:
- Disajikan…
- Diberikan…
- Berdasarkan…
- Melalui…
Contoh:
Disajikan data hasil percobaan…
D — Degree
Menunjukkan tingkat keberhasilan.
- dengan benar,
- secara tepat,
- minimal 80% benar.
Rumus Praktis Menyusun Indikator
Disajikan + stimulus/kondisi, peserta didik dapat + kata kerja operasional + materi/kemampuan + dengan benar.
Contoh 1 (Fisika)
| Komponen | Isi |
|---|---|
| A | Peserta didik |
| B | Menghitung energi mekanik |
| C | Disajikan data massa dan ketinggian benda |
| D | Dengan benar |
Indikator:
Disajikan data massa, ketinggian, dan percepatan gravitasi suatu benda, peserta didik dapat menghitung energi mekanik benda dengan benar.
Contoh 2 (Kimia)
| Komponen | Isi |
|---|---|
| A | Peserta didik |
| B | Mengelompokkan sifat larutan |
| C | Disajikan beberapa sifat larutan |
| D | Dengan benar |
Indikator:
Disajikan beberapa sifat larutan, peserta didik dapat mengelompokkan sifat-sifat larutan asam dan basa dengan benar.
Kata Kerja Operasional Berdasarkan Level Kognitif
| Level | Contoh Kata Kerja |
|---|---|
| C1 — Mengingat | menyebutkan, mengidentifikasi, mendefinisikan |
| C2 — Memahami | menjelaskan, membedakan, mengklasifikasikan |
| C3 — Menerapkan | menghitung, menentukan, menggunakan |
| C4 — Menganalisis | menganalisis, membandingkan, mengkaji |
Tips Cepat Menyusun Kisi-Kisi Soal
- ✅ Gunakan kata kerja operasional yang terukur
- ✅ Pastikan ada stimulus atau kondisi yang jelas
- ✅ Sesuaikan soal dengan indikator
- ✅ Perhatikan level kognitif yang diukur
- ✅ Hindari indikator yang terlalu umum
- ✅ Satu indikator sebaiknya mengukur satu kemampuan utama
Penutup
Indikator yang baik akan menghasilkan:
- ✔ soal yang baik,
- ✔ penilaian yang tepat,
- ✔ dan pembelajaran yang lebih bermakna.
Karena itu, penyusunan kisi-kisi bukan sekadar formalitas, tetapi merupakan langkah penting dalam memastikan asesmen benar-benar mengukur kompetensi peserta didik secara tepat.

Komentar
Posting Komentar